Mentis
Healthy Mind, Happy Life
Login

»

#2 of 3 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Penyebab ADHD

   

Konsensus etiologi ADHD meliputi interaksi kompleks dari sistem neuroanatomical dan neurokimiawi sistem. Sebagian besar anak dengan ADHD tidak memiliki bukti gangguan struktural pada sistem saraf pusat. Faktor yang berpengaruh pada ADHD termasuk paparan toksin prenatal, prematur, dan trauma mekanis prenatal. Pewarna dan pengawet makanan juga berpengaruh pada timbulnya perilaku hiperaktif.

 

Faktor Genetik

Terjadinya ADHD lebih banyak pada kembar monozigot daripada dizigot. Saudara kandung dari anak hiperaktif juga memiliki resiko 2 kali lebih tinggi daripada populasi umum. Orang tua dengan ADHD juga memiliki kemungkinan lebih tinggi dibandingkan orang tua angkat. Anak dengan ADHD memiliki resiko berkembangnya gangguan tingkah laku, penggunaan alkohol, dan gangguan kepribadian antisosial.

 

Faktor Neurokimiawi.

Locus ceruleus, yang memiliki neuron utama noradrenergik memiliki peran yang besar pada pemusatan perhatian. Sistem simpatik noradrenergik perifer juga penting pada timbulnya ADHD. Penelitian obat ADHD dengan menggunakan stimulan, baik dopamin dan norepinefrin, menunjukkan bahwa terjadi disfungsi pada sistem adrenergik dan dopaminergik. Obat stimulan meningkatkan konsentrasi katekolamin dengan cara mempromosikan pelepasan dan menghambat uptake.

Beberapa obat stimulan dan obat trisiklik contohnya desipramine (Norpramin) mengurangi tingkat urinary 3-methoxy-4-hydroxyphenylglycol (MHPG), sebuah metabolit dari norepinefrin. Klonidin (Catapres), sebuah agonis norepinefrin, berguna dalam mengatasi hiperaktivitas. Selain itu juga dapat digunakan golongan obat-obatan trisiklik dan monoamine oxidase inhibitors (MAOIs). Secara umum, tidak ada bukti khusus untuk 1 neurotransmiter yang berperan pada timbulnya ADHD.

 

Faktor Neurofisiologik

Beberapa anak memiliki hambatan maturasi pada sekuens otak dan menujukkan gejala ADHD yang menunjukkan mulai menjadi normal pada usia 5 tahun. Sebuah studi kuantitgatif EEG pada anak dengan ADHD menunjukkan peningkatan persentase relatif pita beta dan penurunan amplitudo P3000. Peningkatan persentase pita beta dan penurunan pita delta diasosiasikan dengan peningkatan bangun dan terjaga (arousal).

 

PET scan menunjukkan penurunan aliran darah serebral dan tingkat metabolisme pada area lobus frontalis pada anak ADHD. Anak ADHD perempuan yang remaja menunjukkan metabolisme glukosa yang rendah. Sebuah teori menjelaskan bahwa area frontal pada anak dengan ADHD tidak memiliki mekanisme inhibisi yang adekuat pada struktur yang lebih rendah, sehingga menimbulkan efek disinhibisi.

 

Faktor Psikososial

Anak dengan ADHD mungkin memiliki kekurangan kebutuhan emosional yang berkepanjangan (prolonged emotional deprivation) dan gejala tersebut menghilang seiring dengan kebutuham yang terpenuhi, contohnya melalui adopsi dan penempatan di rumah orang tua asuh. Kejadian yang stresful, keseimbangan keluarga yang hancur dn faktor yang menyebabkan kecemasan berkontribusi terhadap inisiasi dan perpetuasi (membuat selalu ada) dari ADHD. Faktor predisposisi termasuk temperamen anak, faktor genetik familial dan kebuuhan masyarakat untuk memiliki sikap perilaku yang rutin

 

Search
Search:
Others
Product Scroller
Others
Others

© 2014 www.mentis.co.id


Toko Online