Mentis
Healthy Mind, Happy Life
Login

»

#2 of 4 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Curahan Hati Seorang Caregiver Schizophrenia

   
MentiSharing

Curahan Hati Seorang Caregiver :
HOW DOES IT FEEL TO HAVE A MOM WITH SCHIZOPHRENIA ?
Oleh : BP, Jakarta
...
"Skizofrenia..."
Kala itu di tahun 1995, kata ini terdengar asing buatku dan keluarga. Pada tahun itulah almarhumah ibuku terkena penyakit skizofrenia ini.

Ibu saya berubah menjadi orang yang 'parno'. Ia menarik diri dari masyarakat. Tidak mau bergaul dengan teman-temannya. Ibu takut akan dibunuh bila ada tamu yang datang ke rumah. Takut diracun bila ada yang memberi makanan untuk ibu saya.

Ibu berkata kepadaku kalau ada tetangga yang bicara dan ngomongin ibu saya. Padahal saya tidak mendengar suara itu.

Ibu juga mencium bau aroma bakar-bakaran. Ibu menanyakan kepadaku apakah aku juga menciumnya. Aku mencoba merasakan apakah memang tercium aroma itu? Namun ternyata tidak ada.

Semakin lama ibu semakin berubah. Ia berkata wajah kakak ipar saya berbeda dari aslinya. Maksudnya bahwa itu bukanlah wajah dia sebenarnya atau seperti wajah orang lain.

Pada masa-masa itu keluargaku bingung. Apa yang terjadi pada Ibuku? Kemana aku harus mencari bantuan?

Sama seperti keluarga orang dengan skizofrenia (ODS) lainnya, kami pun menduga ibuku terkena gangguan jin atau diguna-guna orang jahat. Lama tak kunjung sembuh, ada saudaraku yang menyarankan untuk mendatangkan orang pintar (Paranormal). Setelah dari paranormal, bukannya sembuh, malahan banyak tuduhan aneh dari paranormal tersebut. Ia berkata kalau rumah kami diganggu jin dan setan penunggu. Setan penunggu yang tidak mau pergi dituduh sebagai penyebab ibuku sakit skizofrenia.

Kami kesulitan membawa ibu berobat, karena ibu tidak mau keluar rumah. Sempat satu kali ibuku pergi ke Psikiater. Waktu itu, dokter tidak menjelaskan mengenai diagnosis penyakit. Akupun tidak mengerti diagnosis penyakit ibuku. Dokter hanya memberi obat. Dan saat itu aku pun tak mengerti kegunaan obat tersebut.

Karena ibuku paranoid, ia ketakutan untuk keluar rumah dan berobat. Akhirnya pengobatan hanya dilakukan sekali saja. Padahal sebenarnya skizofrenia dapat diatasi, asal teratur berobat.

Hidup dengan Skizofrenia tanpa informasi dan pengetahuan yang memadai tentang penyakit ini sangat berat sekali. Perlu kesabaran yang sangat ekstra untuk merawat orang dengan skizofrenia.

Beruntunglah saat ini ada komunitas yang bergerak di penyakit Skizofrenia. Aku berharap tidak ada kasus-kasus seperti yang aku alami dahulu kala. Semoga komunitas Kesehatan Jiwa di Indonesia semakin berkembang pesat,sehingga banyak orang dengan skizofrenia yang terbantu.

Tahun ini, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang dirayakan pada tanggal 10 Oktober 2014 ini bertema " Living With Schizophrenia". Semangat selalu buat teman-teman ODS dan keluarganya semua.

Salam Sehat Jiwa !

#WorldMentalHealthDay2014

MENTIS - Healthy Mind, Happy Life

Search
Search:
Others
Product Scroller
Others
Others

© 2014 www.mentis.co.id


Toko Online