Mentis
Healthy Mind, Happy Life
Login

» »

#2 of 5 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Bisakah Orang Dengan Gangguan Kepribadian Borderline Menjalin Hubungan Yang Sehat ?

   

BISAKAH ORANG DENGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN BORDERLINE MENJALIN HUBUNGAN YANG SEHAT?
Oleh : dr. Aimee Nugroho

Apakah hubungan yang sehat itu ? ...

Jono (bukan nama sebenarnya) : "Aku tidak tahu yang dimaksud dengan hubungan yang sehat. Apakah maksudmu ia tidak seharusnya memarahiku di depan orang-orang, belanja berlebihan menggunakan uangku, kemudian mencintaiku, sebentar kemudian membenciku, ratu drama, mengancam mau bunuh diri, mau mengontrol semuanya, menyalahkanku untuk segala hal yang terjadi ? Itu yang saya alami bertahun-tahun. "

Anda mungkin tidak tahu apa yang dimaksud hubungan yang sehat, karena mungkin anda dibesarkan di keluarga yang bermasalah. Maka sebelum membicarakan tentang hubungan yang penuh konflik, ada baiknya kita membicarakan mengenai hubungan yang sehat. Memang tidak ada hubungan yang sempurna, namun kita dapat mengerti dimana posisi kita dan apa yang dapat kita lakukan untuk memperbaikinya.

Ciri Hubungan yang Sehat.

Isilah dengan skala 0 (sama sekali tidak ada) hingga 5(tinggi).

- Saling Menghormati : Pada hubungan yang sehat, pasangan perlu saling menghormati. Bila ada masalah, dapat berdiskusi dan berkompromi untuk mencari jalan keluarnya. Respek berarti memperlakukan pasangan dengan cara bagaimana anda sendiri ingin diperlakukan, termasuk ketika anda marah.

- Dukungan dan Empati : Dukunglah pasangan anda dengan kehangatan dan cinta dalam keadaan baik maupun buruk. Ketika berbeda pendapat, cobalah melihat dari sudut pandang orang lain.

- Komunikasi dan Berbagi : Komunikasi yang langsung dan jujur adalah kunci dari suatu hubungan. Bertukar pikiran, perasaan, dan harapan secara terbuka adalah kunci komunikasi yang baik

- Saling Terbuka, Percaya dan Setia : Keterbukaan adalah awal dari kepercayaan (trust). Ketika pasangan anda sering berbohong, hal ini mengikis kepercayaan itu dan membuat jarak di antara pasangan.

- Menikmati Waktu Bersama, dan Waktu Ketika Berjauhan : Setiap pasangan juga membutuhkan waktu bersama temannya, melakukan hobbynya, dan memiliki waktu pribadi. Ketika seseorang dikekang, ia akan merasa tidak dipercaya, terpenjara dan tidak dapat mengaktualisasikan dirinya.

- Kesetaraan : Suatu hubungan yang mana pasangannya berkuasa dan mengontrol pasangannya secara berlebihan akan membuat hubungan itu menjadi jauh. Dalam suatu hubungan hendaknya satu sama lain berada dalam kedudukan yang setara.

- Keintiman : Kedekatan emosional muncul ketika kita merasa dicintai, diterima dan merasa aman untuk mengungkap siapa kita sebenarnya. Hal ini membuat kita merasa dekat dengan pasangan kita.

- Kehidupan Seks yang Sehat : Hubungan seks dapat memuaskan apabila dapat berkompromi dengan pasangan, termasuk dalam hal frekuensi seks, siapa yang memulai, dsb. Pasangan tidak boleh memaksa pasangannya apabila ia menolak dan merasa tidak nyaman.

Apa Hubungan Yang Penuh Konflik?

Berikut adalah sikap yang sering digunakan orang dengan gangguan kepribadian borderline (BPD / borderline personality disorder) dalam suatu hubungan. Sikap ini semakin sering frekuensinya, semakin intens, dan semakin lama akan membuat hubungan ini semakin menyakitkan.

Kadang orang dengan gangguan kepribadian borderline membutuhkan orang lain mengisi kekosongan mereka dengan cara :

- Minta diperlakukan spesial.
- Membangunkanmu tengah malam
- Menarik seseorang untuk mendekat, namun kemudian menolaknya
- Minta diperhatikan
- Sengaja membuat situasi penuh konflik untuk mengetes orang di sekitarnya sebesar apa cinta mereka kepadanya
- Merasa diri mereka baik
- Menyalahkan dan mengkritik orang lain
- Menganggap orang lain lebih rendah
- Menghabiska uang secara berlebihan
- Meminta orang lain menjadi sempurna "Kamu seharusnya begini dan begitu"
- Bila mereka marah berlebihan penuh emosi negatif, menganggap sudah selayaknya orang lain untuk menerima dan menelan saja emosi mereka.
- Mempermalukan di depan umum.
- Manipulatif dan membuat agar orang lain ikut-ikutan tidak suka dengan anda.
- Berkata-kata kasar atau bila parah hingga melakukan kekerasan fisik

Toni (bukan nama sebenarnya) : Bunga(bukan nama sebenarnya) berkata bahwa saya adalah pasangan hidupnya dan pria impiannya. Ia menyukaiku karena saya cerdas, dan menarik. Namun kemudian karena kesalahan kecil, ia marah besar, mengritik caraku berpakaian, merendahkan pekerjaanku, berteriak, bahwa penghasilanku tidak cukup, rumahku jelek, tidak punya teman, tidak punya otak, tidak cinta dia, egois, dsb. "

Bila anda memiliki ciri gangguan kepribadian borderline, berikut adalah beberapa langkah untuk mengatasinya :
1. Sadari keadaan anda bahwa anda memiliki kepribadian borderline : Menyadari keadaan anda adalah langkah awal untuk suatu perubahan.
2. Kebahagiaan anda bergantung pada anda sendiri : Seringkali orang dengan kepribadian borderline berusaha mendapatkan perhatian dan atensi dari orang lain, dan mengendalikan orang lain. Ketika mereka tidak mendapatkannya, mereka merasa kosong dan tidak bahagia. Berpikirlah bahwa kebahagiaan anda bergantung pada anda sendiri. Anda tidak dapat mengatur orang lain, yang bisa diatur adalah diri kita sendiri.
3. Cobalah mengendalikan emosi anda, dan jangan biarkan emosi mengontrol anda. Ketika berada dalam situasi sulit, ada baiknya anda menyingkir sejenak untuk berdiam diri, mengatur nafas, mengalihkan emosi anda ke kegiatan lain seperti berdoa, menulis buku harian, atau menggambar. Setelah tenang, berpikirlah ulang tentang masalah tadi yang anda hadapi. Harapannya emosi anda sudah mereda, sehingga anda dapat mengambil keputusan dengan bijaksana dan lebih menggunakan logika/ pikiran dibandingkan perasaan.
4. Anda tidak harus menjadi sempurna untuk dicintai.
Anda tidak harus memiliki wajah tercantik di dunia, berat badan ideal, tubuh seksi, mobil mewah, atau barang bermerek untuk bisa diterima dan dicintai orang lain. Jadilah diri anda apa adanya. Orang yang benar-benar mencintai kita akan tetap melekat kepada kita dalam situasi apapun.
5. Hindari hal-hal yang beresiko.
Seringkali orang dengan kepribadian borderline menyukai hal-hal yang beresiko, seperti contohnya berpacaran dengan 'bad boys' atau mungkin berselingkuh bila anda sudah menikah. Apabila anda mengerti keterbatasan anda, maka tentukan jarak dan batasan agar anda tidak terlibat dalam hal-hal yang mungkin anda sesali di kemudian hari.
6. Berkonsultasi dengan psikiater untuk membantu anda.

MENTIS - Healthy Mind, Happy Life

Search
Search:
Others
Product Scroller
Others
Others

© 2014 www.mentis.co.id


Toko Online